Merawat Tradisi Lewat Suara Panatacara
KertasDanPena 02 September 2026 13:29:08 WIB
Karangtalun — Di tengah perubahan zaman yang membuat penggunaan bahasa dan tata cara adat Jawa kian jarang ditemui dalam kehidupan sehari-hari, Pemerintah Kalurahan Karangtalun, Kapanewon Imogiri, Bantul, memilih cara sederhana untuk menjaga tradisi tetap hidup: membekali warganya dengan kemampuan menjadi panatacara atau pembawa acara adat Jawa.
Upaya itu diwujudkan melalui Pelatihan Panatacara MC Adat Jawa yang digelar di Gedung Serbaguna Karangtalun selama empat hari, yakni pada 24, 25, 26, dan 28 Agustus 2026. Kegiatan tersebut melibatkan pamong Kalurahan Karangtalun serta para ketua RT dari masing-masing wilayah.
Tiga narasumber, Bapak Sumadi, Bapak Suparjan, dan Bapak Yulianto, secara bergantian memberikan materi kepada peserta. Setiap pertemuan memiliki materi yang berbeda sehingga peserta mendapatkan pemahaman yang lebih luas mengenai seluk-beluk kepanatacaraan adat Jawa.
Bagi masyarakat Jawa, panatacara bukan sekadar orang yang berdiri di depan untuk menyampaikan susunan acara. Di dalamnya terdapat pengetahuan mengenai unggah-ungguh, tata bahasa, tata krama, urutan prosesi, hingga cara membawa diri ketika berada di tengah masyarakat.
Hal-hal tersebut menjadi bagian penting yang dipelajari peserta selama pelatihan. Mereka tidak hanya diajak memahami teori, tetapi juga mengenali bagaimana sebuah acara adat dapat berlangsung dengan tertib, santun, dan tetap sesuai dengan nilai-nilai budaya Jawa.
Keterlibatan ketua RT dalam pelatihan tersebut menjadi perhatian tersendiri. Mereka merupakan bagian dari masyarakat yang berada paling dekat dengan kehidupan warga. Berbagai kegiatan seperti kenduri, pengajian, peringatan hari besar, upacara adat, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan kerap berlangsung di tingkat lingkungan dan membutuhkan kemampuan kepanatacaraan.
Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan tidak berhenti di ruang Gedung Serbaguna Karangtalun. Para peserta diharapkan membawa pengetahuan tersebut kembali ke wilayah masing-masing dan mempraktikkannya dalam berbagai kegiatan masyarakat.
Bukan Sekadar Belajar Berbicara
Pelatihan ini pada akhirnya bukan hanya soal bagaimana seseorang berbicara di depan orang banyak. Lebih dari itu, ada upaya untuk menjaga agar bahasa, tata krama, dan nilai-nilai budaya Jawa tetap memiliki ruang dalam kehidupan masyarakat.
Ketika tradisi hanya disimpan sebagai pengetahuan, ia berisiko menjadi sesuatu yang dikenang tetapi tidak lagi dijalankan. Sebaliknya, ketika masyarakat memiliki kemampuan untuk mempraktikkannya, tradisi akan tetap menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Karangtalun berupaya mengambil bagian dalam proses tersebut.
Melalui para ketua RT yang mengikuti pelatihan, pengetahuan mengenai panatacara diharapkan dapat menyebar ke berbagai lingkungan. Dari satu acara ke acara lain, dari satu generasi ke generasi berikutnya, keterampilan tersebut diharapkan terus digunakan dan berkembang.
Pemerintah Kalurahan Karangtalun berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah nyata dalam melestarikan budaya Jawa sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat. Para peserta nantinya diharapkan mampu tampil sebagai panatacara dalam kegiatan-kegiatan di lingkungan masing-masing.
Sebab, menjaga budaya tidak selalu harus dilakukan melalui kegiatan besar. Terkadang, ia cukup dimulai dari suara seseorang yang berdiri di depan warga, membuka sebuah acara dengan bahasa yang santun, menyampaikan setiap prosesi dengan tata cara yang tepat, dan memastikan sebuah tradisi tetap berlangsung sebagaimana mestinya.
Dari suara panatacara itulah, tradisi diharapkan terus menemukan ruang untuk hidup di tengah masyarakat Karangtalun.
Formulir Penulisan Komentar
Survei Kepuasan Masyarakat
Hari Jadi ke-110 th 2024
Pengumuman
Agenda Kegiatan
Tautan
Komentar Terkini
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Jumlah Pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- Merawat Tradisi Lewat Suara Panatacara
- Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan "Penjabat Lurah Karangtalun"
- Form Pernyataan Keberatan Atas Permohonan Informasi
- UCAPAN TERIMA KASIH & DUKA CITA MENDALAM
- Resmi Diakui, Pokdarwis "Karta Pesona" Karangtalun Terima Salinan SK Gubernur DIY
- Survei Kepuasan Masyarakat
- Pastikan Gizi Seimbang, Kalurahan Karangtalun Siap Gulirkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)












